Selasa, 29 Juli 2014

palasik menurut cerita legenda atau kepercayaan orang minangkabau

[Image: thumbnail.aspx?q=5047463297484032&am...bc7fc100f6]
Palasik sangat tenar di masyarakat Minang Kabau, Sumatera Barat. Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi.

Palasik
sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.

Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun.
Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik. Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala. Menurut kepercayaan masyarakat, jika seorang wanita yang sedang menggendong bayi bertemu dengan palasik, sebaiknya jangan dijauhi, malah sebaliknya, ambil tangan palasik dan katakan "Ini cucumu atau ini anakmu". Dan ciri umum palasik, tak memiliki parit di atas bibirnya.

Jenis palasik ada bermacam-macam. Menurut jenis makanannya palasik dapat dibagi sebagai berikut:

* Yang memakan bayi dalam kandungan sehingga bayi tersebut lahir tanpa ubun-ubun / mati dalam kandungan

* Yang memakan bayi yang masih rapuh sehingga bayi tersebut sering sakit-sakitan / meninggal

* Yang memakan mayat bayi yang sudah dikubur

Palasik
yang lepas kepalanya disebut Palasik Kuduang. Kuduang artinya terpotong atau buntung. Buntung dalam bahas Minang adalah "kuduang".

PASAR PAYAKUMBUH DOELOE



 
Pakan (Pasar) yang di Limapuluh Koto pada zaman Belanda adalah Pakan Ahad Payakumbuh, kemudian Pakan Sabtu Sarilamak, Pakan Salasa Nagari Bukik Limbuku, Pakan Kamih Nagari Taram, Pakan Salasa di Kubang Balambak, Pakan Salasa Bukik Sugak, Pakan Rabaa Nagari Simalanggang, Pakan Sabtu di Andaleh, Pakan di Halaban.  
Pasar Payakumbuh adalah pusat pemerintahan Belanda di Limapuluh Koto, sampai pada tahun 1900 pasar di Payakumbuh masih beratapkan alam yang dilindungi oleh pohon Beringin besar, untuk para pedagang disediakan dangau-dangau beratapkan daun kelapa atau rumbia untuk mengelar hasil buminya seperti tembakau, kopi, gambir, cengkeh dan rempah-rempah lainnya, alat transportasi dari pedagang yang masuk dari Agam dan Tanah Datar untuk membawa hasil buminya ke Payakumbuh adalah adalah Pedati dan Kuda Beban.
Pada Tahun 1909 diwaktu Assiten Residen L.C. Westenenck mengambil prakarsa untuk membangun pasar Payakumbuh, yang direncanakan dalam pasar tersebut akan dibangun 6 buah los permanen berkerangka besi beratap seng. Letak los tersebut berhadap-hadapan, tiga sebelah kiri jalan arah ke Batang Agam dan tiga di sebalah kanannya.  
Dana pembangunan los tersebut dipinjam dari locale Fonda Resident Sumatera’s Weskuts sebesar F.36.000 ( tiga puluh enam ribu gulden) dalam jangka pinjaman 8 tahun. Bersamaan dengan pembangunan tersebut didirikan pula sebuah bangunan berlantai dua dan bergonjong lima, yang kemudian nya terkenal dengan sebutan gonjong limo, dan ada lagunya:      
Payakumbuah sungguh indah permai    
Gonjong Limo dipinggirnyo balai    
Kota indah penduduknyo ramai     
Pemudanyo banyak rukun dan damai    
Peresmian dari 6 petak los serta Gonjong Limo tersebut adalah pada tanggal 12 Desember 1912, dengan dimeriahkan oleh pasar malam selama 7 hari . Untuk pengelolaan Pasar dibentuk badan pasar ( Pasar Fonds), yang berada dibawah Assisten residen.  
Sejak tahun 1912 tersebut perkembangan pasar sangat pesat karena banyak orang membangun toko sekitar bangunan los petak 6 dan dekat Gonjong Limo. Para pedagang mulai berdatangan dari Luhak Agam dan Tanah Datar, sedikit sekali orang Koto Nan Gadang dan Koto Nan Ampek memanfaatkan fasilitas toko yang ada.
Gonjong limo digunakan untuk kantor pengelola Pasar Payakumbuh, tempatnya adalah sekitar Toko Buku Hizra sekarang, dan Gonjong Limo ini salah satu bangunan yang turut dibumi hanguskan pada tanggal 23 Desember 1948, sehari sebelum tentera Belanda menduduki Kota Payakumbuh.
Pada pertengahan abad ke-19 di sekitar Pasar Payakumbuh sudah banyak dibangun rumah-rumah kediaman dan kedai-kedai serta toko semi permanen. Toko permanen yang mula-mula dibangun dekat pasar oleh orang cina ada tiga buah, yaitu :      
Sebuah Toko yang terletak di Rumah Makan Asia Baru sekarang, yang masa itu untuk menampung hasil bumi yang datang dari arah Koto Nan Ampek.   
Sebuah Toko yang terletak di rumah Makan Gumarang ( depan kantor Pos ), digunakan untuk menampung hasil bumi Koto Nan gadang.
Sebuah Toko yang terletak di jalan Batang Agam ( Jl. A. Yani ), sekarang disebut Toko Kong Yek atau toko Mekar , yang berguna menampung hasil bumi yang datang dari arah Selatan       
Mengingat rumah kediaman Tuanku Lareh berjauhan, maka untuk peristirahatannya apabila pergi ke Payakumbuh dibangunlah Rumah Gadang Tuanku 13 Lareh , lokasinya pada terminal Sago atau pasar penampungan sekarang, masing-masing rumah Tuanku Lareh tersebut berukuran 8 x 10 meter, yang dibelakangnya ada dapur, sumur , kandang kuda dan bendi bogi.       
Rumah gadang tersebut bukan berbentuk bergonjong tetapi berbentuk biasa, dan di depan rumahnya tertulis nama masing-masing Lareh.     
Rumah Gadang 13 Laras tersebut selesai dibangun pada tahun 1901, yang susunannya berderet memanjang dari utara ke selatan dengan urutan sebagai berikut :
Rumah Gadang Lareh Koto Nan Ampek 
Rumah Gadang Lareh Koto Nan Gadang
Rumah Gadang Lareh Guguak
Rumah Gadang Lareh Mungka       
Rumah Gadang Lareh Batu Hampar       
Rumah Gadang Lareh Lubuak Batingkok       
Rumah Gadang Lareh Sungai Beringin  
Rumah Gadang Lareh Sarilamak    
Rumah Gadang Lareh Payo Basuang      
Rumah Gadang Lareh Taram  
Rumah Gadang Lareh Limbukan    
Rumah Gadang Lareh Situjuah      
Rumah Gadang Lareh Halaban.      

(SAIFUL.SP, Penulis adalah Masyarakat pencinta Luak Limo Puluah)   

sumber : http://www.bum-news.com/single.php?id=487

ASAL MULA NAMA SARILAMAK




Sarilamak adalan sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Letaknya sekitar 10 km dari Payakumbuh. (Catatan : Pada saat ini Sari Lamak adalah ibukota Kabupaten 50 Kota)
Konon kabarnya kata “Sarilamak” itu berasal dari sairih dan lamak.. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu di desa ini tinggallah seorang anak dan ibunya. Hidup mereka yang pas—pasan tidak membuat mereka putus asa. Anak itu bernama Amat dan ibunya yang biasa dipanggil Nur. Mereka mempertahankan hidup hanya dengan memanfaatkan isi alam.misalnya mereka mengambil hasil-hasil alam yang bisa dimakan.
Pagi yang indah, Aman dan ibunya berniat mencari apa yang akan mereka makan hari ini. Mereka berniat mencari siput di sawah para penduduk desa lainnya yang juga mengerti akan keadaan mereka.
Mereka mencari siput di sawah yang diminta oleh pemiliknya. Karena itu juga membantu si punya sawah terhindar dari seringnya itik ke sawahnya untuk mencari siput. Amat dan ibunya sangat berterima kasih kepada penduduk setempat yang sekali-sekali membantu mereka, baik itu moril maupun materil.
Saat Amat sedang asik mencari, dia melihat seekor binatang yang menyerupai ular. Dia mengambil sebuah ranting, yang awalnya berniat untuk mengusir binatang itu. Tapi setelah dilihatnya lagi binatang itu tidak berusaha melawan ataupun menggigitnya.Amatpun menangkapnya dan memasukkan binatang itu ke keranjang yang telah disediakan untuk meletakkan siput yang telah dia tangkap. Dia segera berlari sambil berteriak memanggil ibunya dengan girangnya yang pada saat itu jauh darinya. Sambil nafasnya yang masih teregah-engah, Amat berkata pada ibunya tentang apa yang telah didapatnya tadi. Ibunya hanya tersenyum melihat anaknya yang sangat senang, seolah mendapat barang berharga.
Nur pun melihat apa yang didapat oleh anaknya, dia sedikit terkejut. Tapi setelah kembali mendengar penjelasan anaknya dan langsung meraba binatang itu. Pikirannya mulai mencerna dan berpikir binatang apa itu, binatang seperti ular dan licin itu hanya berusaha melepaskan diri dari tangannya. Nur memberi tahu anaknya untuk segera pulang, dan berencana memasak dan memakan binatang itu.
Amat sangat senang atas apa yang telah didapatnya hari ini. Dia melihat ibunya, mulai dari cara membersihkan binatang itu sampai cara memasaknya. Setelah masakan itu matang, dia dan ibunya segera mencicipi masakan itu. Setiap kali merasakan daging binatang itu terlontar lah dari mulutnya kata-kata “lamak” (enak). Mendengar perkataan itu tetangganya beramai-ramai datang untuk mencicipinya sambil berkata “mintak sairrih”(minta sepotong). Ternyata setiap tetangganya yang mencicipi makanan itu mengatakan “Lamak”. Lama-kelamaan kata “sairih Lamak” berubah menjadi Sarilamak.Menurut cerita diataslah asal nama Kenagarian Sarilamak.

LEGENDA BUKIK POSUAK

[Image: Bukik+Posuak.jpg]
Bukik Posuak di Nagari Maek

Bukik Posuak terletak di Nagari Mahek, suatu nagari yang dijuluki nagari seribu menhir,kecamatan Bukit Barisan Kabupaten 50 Kota.. Bukik Posuak (bukit tembus) mempunyai cerita legenda.Tersebutlah seorang sakti bernama Baginda Ali.

Tubuhnya besar, makannya banyak dan sifatnya pemurah. Dia digambarkan sebagai seorang raksasa yang menguasai nagari Mahat sampai ke Gunung Malintang (Kecamatan Pangkalan). Segala perbuatan anak nagari harus terlebih dahulu mendapat izin dari Baginda Ali ini.

Pada suatu hari orang di Gunung Malintang berburu rusa tanpa sipengetahuan dan tanpa seizin Baginda Ali. Setelah rusa ditangkap dan pahanya disediakan untuk Baginda Ali sebagai upeti. Tapi Baginda Ali tak terima akan upeti yang sudah jadi kebiasaan masyarakat tersebut. Dia merasa tersinggung dan kehormatan serta wibawanya sebagai penguasa terasa diinjak-injak masyarakat Gunung Malintang. Baginda Ali marah. Dengan bertumpu pada sebuah batu layah diambilnya paha rusa yang disediakan pemburu tadi.

Paha rusa tersebut dilemparkan sekuat tenaganya. Lemparan mengenai sebuah batu besar di puncak bukit, hingga batu tersebut tembus dan paha rusa itu mendarat di sebuah padang ilalang. Dan bukit itulah yang disebut sekarang Bukit Pao Ruso (Pao – Paha). Batu yang tembus di puncak bukit tadi sekarang bernama Bukik Posuak.

Sumber : Wisata indonesia surga dunia

Sabtu, 26 Juli 2014

Lafaz Niat Dan Bacaan Sholat Idul Fitri Beserta Tata Cara Pengerjaannya

image
Assalamualaikum sob…
Gak terasa 2 minggu lagi kita lebaran sob..
Masih lumayan jauh sih :mrgreen: tapi nggak apa dah kita bahas mengenai hari kemenangan ini :mrgreen:
Mengingat hari lebaran ( idul fitri ) pasti yang menjadi fikiran utama kita adalah baju baru,opor ayam, kumpul bareng keluarga, liburan, dan yang paling penting adalah sholat id.
Nah dalam postingan kali ini ane mau membahas tentang lafaz niat dan cara pelaksanaan sholat id(sholat idil fitri)
Adapun lafaz niatnya adalah:
ﺃﺻﻠﻲ ﺳﻨﺔ ﻋﻴﺪ ﺍﻟﻔﺘﺮ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﻣﺄﻣﻮﻣﺎ ﻟﻠﺔ ﺗﻌﺎﻟﻲ
Usalli sunnatan aidul fitri rok’ataini ma’muma lillahi ta’ala
Artinya:
Sahajaku sholat idul fitri 2 raka’at sebagai ma’mum karna allah ta’ala
Cara pengerjaannya:
Raka’at pertama
1. Takbiratul ihram sambil membaca niat (sahajaku sholat idul fitri 2 rakaat sebagai ma’mum karna allah ta’ala)
2. Membaca do’a iftitah
3. Takbir, kemudian membaca
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺇﻟَﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮ
Subhanallah walhamdulillah wala ila haillallah wallahu akbar.
Ini di lakukan sebanyak 7 (tujuh) kali
4. Baca alfatihah
5. Baca surah al_qur’an
6. Ruku’, i’tidal, sujud. dst. Lakukan sperti sholat fardu
Raka’at ke 2
1. Takbir 5 (lima) kali. Bacaanx sama dengan rakaat pertama
2. Baca alfatihah
3. Baca surah al_qur’an
4. Ruku’, dst. Sampai salam

Kamis, 24 Juli 2014

4 Hal Pelajaran PPKn yang kini tinggal kenangan.

Sahabat pembaca yang budiman, masih ingatkah kalian dengan yang namanya PMP atau PPKn atau sekarang lebih dikenal sebagai PKn, mata pelajaran ini lah mata pelajaran yang saya ambil dalam menempuh bangku perkulian menjadi cagur (calon guru red). Sahabat tentu tidak asing lagi istilah-istilas semisal toleransi, tenggang rasa, musyawarah untuk mufakat, atau bahkan mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.

Toleransi, tenggang rasa, musyawarah untuk mufakat, dan mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, merupakan pelajaran yang kita dapat sewaktu SD, SMP dahulu, yang terangkum dalam mata pelajaran PKn. Realita yang ada di masyarakat kini sungguh miris. entah karena pelajaran tersbut tidak meresap kedalam kalbu atau hanya sebagai dongeng yang sudah lalu, Ayuk kita tengok saja ke empat pelajaran itu.
1. Toleransi
Adalah sikap toleran, menghargai keberagaman, perbedaan pendapat, dan perbedaan pandangan.
Contoh : Saling menjaga ketentraman antar umat beragama dalam beribadah.

Realita : Masih ada saja beberapa oknum masyarakat yang suka berkonflik dan merusak tempat ibadah dll
2. Tenggang Rasa
Adalah sikap tidak semaunya sendiri tapi juga punya empati dan simpati pada perasaan oranglain.
Contoh : Tidak menyetel musik keras-keras dimalam hari.
Realita : Masih saja ada beberapa oknum masyarakat yang suka pesta se enaknya.
3. Musyawarah untuk mufakat.
Adalah suatu cara pengambilan keputusan dengan asas mufakat, mengambil yang terbaik.
Contoh : Bermusyawarah dalam membangun suatu gedung mislnya balai desa.
Realita : Kini banyak keputusan diambil secara sepihak dan hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan saja.
4. Mendahulukan kepentingan umum 
Adalah sikap mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi.
Contoh : Merelakan sebagian tanah untuk kepentingan jalan.
Realita : Banyak sekali infrstruktur yang dibangun tidak melihat kepentingan umum untuk rakyat semisal jalan, palah lebih mementingkan pembangunan WC anggota dewan atau pembuatan gedung DPR yang baru.

Itu lah sahabat, 4 pelajaran PKn yang kini tinggal kenangan silahkan sahabat menilainya sendiri.
Semoga bermanfaat 

Rabu, 23 Juli 2014

Untukmu Ukhti Muslimah… [Nasihat Ringkas Tentang Jilbab - Dari Radio Rodja]

Saudariku Muslimah, ada nasihat yang seringkali disampaikan di Radio Rodja 756 AM, radio dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Yang setiap kali kita mendengarnya akan selalu membuat kita jadi menggigil karena TAKUT KEPADA ALLAH, meskipun sudah berkali-kali mendengarnya, kecuali mereka yang sudah mati hatinya. Allahu Ta’ala a’lam. Simaklah nasihat tersebut wahai saudariku Muslimah, semoga terbuka hatimu untuk kembali mentaati-Nya, amin. Inilah nasihat itu saudariku:
Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?
Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?

walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?
Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan sang pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?

walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!
Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya
katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya
karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu
bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab
yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah
yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-NYa
dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah
wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita
Allah yang memberikan rizki pada kita
Allah yang memberikan segalanya kepada kita
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab
Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”
(QS.al-Ahzab:59)
Jika seandainya manusia (wanita muslimah) tidak berbusana Muslimah, tidak berjilbab,
maka manusia ini akan rusak dan hancur, akan binasa.”
Setiap wanita, TIDAK ADA UDZUR (tidak ada alasan) untuk tidak memakai busana muslimah.

http://www.youtube.com/watch?v=6ycRdzbKitw
sumber. http://abangdani.wordpress.com

Disqus Shortname

Comments system