Rabu, 23 November 2016

[Renungan Motivasi Diri] Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjalanan Menuntut Ilmu Seorang Pemuda di Zaman Ini



Bismillaahirrahmaanirrahiim……..

Cerita ini saya (penulis) tulis adalah untuk memberikan ibrah kepada kita semua khususnya saya sendiri, bahwa penderitaan dan kesusahahpayahan kita dalam menempuh jalan yang haq ini tidaklah seberapa, bahkan jika kita bandingkan dengan para salafush shalih. Cerita yang saya ambil ini adalah kisah manusia di masa ini, di mana sangat langka dan sulit ditemui orang-orang yang memiliki ghirah yang sama sepertinya dalam menuntut ilmu agama. Saya menuliskan cerita ini adalah berdasarkan sebuah kisah nyata, di mana kisah tersebut saya dengar sendiri oleh salah satu sumber terpercaya yang mengetahui kisah tersebut… Wallahu a’lam. Semoga kisah ini dapat memotivasi dan menginspirasi kita untuk lebih dapat bersemangat dalam menuntut ilmu syar’i…Barakallahu fikum.
Di suatu daerah terpencil, terdapat sepasang suami istri yang sangat zuhud…. Mereka belum dikaruniai seorang putra, karena masih dikategorikan pengantin yang masih baru. Perlu diketahui, sang suami adalah seorang yang sangat rajin menuntut ilmu, ia adalah seseorang yang memiliki semangat yang sangat luar biasa untuk memperoleh ilmu. Bahkan, dahulu ketika ia ingin menikah, ia tidak mempunyai sepeser uang yang cukup untuk meminang seorang akhawat, dan akhirnya ia menghadap kepada salah seorang ustadz di ma’had yang saat itu ia belajar di sana, hanya untuk meminta nasihat bagaimana ia dapat menikah. Ia sangat sadar bahwa dirinya tak tampan dan tidak mapan dalam pekerjaan, karena hampir masa mudanya dihabiskan di ma’had. Sang ustadz pun menghargai tekadnya dan pada akhirnya membiayai pernikahan lelaki tersebut.
Sang suami di masa mudanya adalah salah seorang murid yang diakui kepandaiannya di ma’hadnya. Beberapa rekan dan ustadz memujinya dalam hal keilmuannya. Suatu hari sang suami berniat ingin mendatangi suatu daurah di luar kota. Karena ia belum memiliki pekerjaan yang tetap (masih serabutan -pen.), maka ia dan istrinya memikirkan bagaimana caranya agar sang suami dapat pergi untuk mendatangi daurah tersebut walau ekonomi mereka sangat pas-pasan. Jarak yang harus ditempuh sangatlah jauh, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penghasilan mereka untuk makan sehari-hari saja masih belum cukup. Sang suami bukanlah seorang yang malas dalam mencari nafkah, namun qadarallah…. Allah telah menetapkan rezekinya hanya sedemikian. Walau demikian, ia tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya.
Suatu hari, istrinya yang walhamdulillah sangat qana’ah dan juga zuhud, berinisiatif membongkar tabungan yang beberapa bulan ia kumpulkan di kotak penyimpanannya. Qaddarallah…..uang yang terkumpul hanya Rp 10.000,-. Bayangkan wahai pembaca -bahkan, mata ini ingin menangis ketika saya mengetik kisah ini- dalam sehari, kita bisa memegang uang puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan mungkin hingga ada yang mencapai nominal jutaan. Dengan keistiqamahan dan kezuhudan, sang istri tidak pernah mengeluh untuk mengumpulkan 100 perak (Rp 100,-) setiap keuntungan yang diperoleh suaminya yang tidak setiap hari ia dapatkan.
Sang istri segera mengumpulkan uang tersebut dan berinisiatif untuk membuatkan bekal arem-arem (bahasa Jawa), yaitu sejenis nasi kepal yang dibungkus daun pisang untuk bekal perjalanan suaminya. Hanya itu yang dapat sang istri berikan kepada suaminya sebagai wujud cinta dan kasih sayangnya. Sang suami pun kemudian berangkat dengan membawa bekal dan doa dari istrinya untuk menuntut ilmu. Ia pergi dengan berjalan kaki!! Yah, hanya berjalan kaki untuk menepuh jarak puluhan kilometer!!! (Wallahua’lam). Karena, ia tak membawa uang sepeserpun untuk bepergian, hanya beberapa buah arem-arem dan pakaian yang melekat di badannya yang ia bawa ke luar kota. Subhanallah…..
Perjalanan ia tempuh tiga hari tiga malam dengan kedua kakinya tanpa kendaraan satupun. Akhirnya, ia pun sampai di tempat daurah dilaksanakan, hanya dengan berjalan kaki dan berteduh di tempat seadanya selama perjalanan.
Dauroh akhirnya dimulai. Selama daurah, ia sangat antusias untuk mengambil ilmu yang diterimanya, ia mengambil shaf paling depan dan dekat dengan ustadz pemateri. Namun beberapa saat kemudian, ia mendapat teguran oleh seseorang di sampingnya, karena setiap beberapa menit ia selalu meluruskan kakinya ketika materi berlangsung. Hal itu tidak ia lakukan sekali-dua kali, namun hingga beberapa kali, hingga akhirnya orang di sampingnya pun menegurnya karena menganggapnya tidak sopan. Hal itu ia lakukan (meluruskan kaki ke depan -ed.),
karena kakinya terasa pegal (sebab -ed.) selama tiga hari tiga malam berjalan kaki. Masya Allah!
Saat istirahat pun tiba. Ia berkumpul dengan ikhwan-ikhwan lain di dapur untuk membantu berbenah. Ia pun akhirnya menceritakan kisah tiga hari tiga malamnya itu kepada salah seorang ikhwan di tempat tersebut dan seketika membuat tercengang orang-orang yang mendengarnya. Akhirnya, cerita itu sampai ke telinga ustadz pemateri daurah…Ustadz pun tercengang dengan kisah itu! Akhirnya, ustadz beserta ikhwan-ikhwan mengumpulkan dana sukarela untuk memberikan sumbangan kepadanya dan terkumpulah uang Rp 300.000,- sebagai dana bantuan
untuk kepulangannya.
Subhanallah, sebuah kisah yang mungkin sempat kita ragukan kebenarannya, tapi Insya Allah ini kisah nyata. Semoga kita dapat mengambil ibrah (pelajaran -ed.) dari kisah ini. Terakhir, mari kita simak hadits berikut ini, “Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga.” (H.R. Muslim).
Yahya bin Abi Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, “Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai/tidak bersungguh-sungguh).” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi I/385, no. 554)
Semoga cerita ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua terkhususnya saya sebagai penulis. Wallahu a’lam bishawab….
NB: Jika ada kekurangan penulisan maupun kekurangtepatan alur cerita dalam kisah ini, semua kesalahan dari penulis semata dan mohon untuk dimaklumi karena keterbatasan ingatan dan lain sebagaianya, karena kebenaran semuanya dari Allah ‘Azza wa Jalla semata.
Barakallahu fikum
(Menuntut Ilmu Dien (Syar’ie)’s blog)
Yogyakarta, 9 Juni 2011
Sumber: Sebuah kisah nyata yang dikirimkan kepada redaksi.
Artikel www.salafiyunpad.wordpress.com dengan sedikit penyuntingan bahasa oleh redaksi

Rabu, 16 November 2016

30 Tahun aku tidak makan dengan tanganku sendiri



Oleh : A.M. Al-Fatih

Banyak orang ingin menjadi penulis, akan tetapi tidak juga memulai menggoreskan pena. memang ada sih yang tidak mulainya karena masih kebingungan harus dimulai dari mana.

 tetapi kalo ada yang tidak memulai karena rasa malasnya ini yang tidak bisa ditolerir mungkin kisah pendahulu kita ini bisa menjadi motivasi kita
 Ubaid Bin Ya'isy guru dari Imam Bukhari ini pernah bercerita " Selama 30 Tahun aku tidak makan dengan tanganku sendiri, dan saudara perempuankulah yang menyuapiku, sedang aku sangat sibuk menulis hadits" 
Subhanallah!!! Selamat memulai

1001 Motivasi Kehidupan Agar Semakin Semangat & Bersyukur Dalam Jalani Aktifitas



Motivasi Hari Ini
Terkadang terbesit dalam diri kita bahwa Sang Maha Kuasa tidak adil terhadap kita (naudzubillah minzaalik). Begitu juga dengan setiap apa yang kita lakukan selalu aja salah dan tak pernah sesuai dengan yang diharapkan. Wahai sobat, jika berpikir demikian, sesungguhnya kita tidak bersyukur dan kurang mendekatkan diri dari Sang Maha Kuasa. Hati kita telah lalai dalam mengingat Allah ‘Azza wajalla. Cobalah sobat, renungi sejenak motivasi berikut, agar sobat bisa memaknai hidup ini dengan lapang dan ikhlas.
  1. Hari ini sebelum anda mengatakan kata-kata yang tidak baik, cobalah pikirkan tentang seseorang yang jauh disana tidak bisa berbicara sama sekali.
  2. Sebelum anda mengeluh tentang rasa dari makananmu, coba renungkan sejenak tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk di makan.
  3. Sebelum anda mengeluh tidak punya uang untuk hari ini, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalan.
  4. Sebelum anda mengeluh tentang suami atu istrimu, pikirkan juga tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup (suami atau istri).
  5. Sebelum anda mengeluh bahwa hari ini adalah hari sial, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk dalam
  6. Jika hari ini anda mengeluh tentang hidup, pikirkanlah juga tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
  7. Jika anda mengeluh tentang anak-anak yang anda miliki, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tapi dirinya mandul.
  8. Sebelum anda mengeluh tentang rumah anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, pikirkanlah orang-orang yang tinggal di jalanan hanya bealaskan kertas.
  9. Jika anda pernah terpikirkan tentang jauhnya anda menyetir, pikirkanlah tentang seseorang yang menempuh jarak jauh yang sama dengan berjalan.
  10. Dan disaat anda lelah dan mengeluh tentang peekrjaanmu, pikirkan tentang pengangguran dan orang yang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
  11. Sebelum anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seseorangpun yang tidak berdosa dan bersalah dalam hidupnya.
Bersyukurlah wahai sahabatku. Berdoalah agar Allah subhanahu wa’atala selalu membukakan pintu ilmu, hikmah, taufik dan hidayahNya hingga kita bisa menjadi orang-orang yang mengikhlaskan diri dari kepada Allah subhanahu wa’atala dalam setiap perbuatan. Aamiin.
Mutiara Kehidupan



pixabay.com
Jika sebutir telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur tersebut akanlah berakhir. Tetapi perhatikanlah ini sobat. Jika sebutir telur tersebut dipecahkan oleh kekuatan dari dalam niscaya kehidupan baru akan lahir.
Sobatku,
Hal-hal yang besar selalu dimulai dari dalam. Ya dari dalam diri kita.
Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla tidak pernah menjanjikan bahwa langit diatas awan itu selalu biru, bunga selalu mekar dengan aroma yang semerbak dan mentari selalu bersinar setiap hari.
Tapi pernahkah sobat mengetahui bahwa Allah subhanahu wa’atala selalu menghadirkan pelangi dalam setiap badai. Senyum yang tulus di setiap tetesan air mata dan keberkahan dalam setiap cobaan  dan jawaban daris etiap doa yang dipinta.
Jangan pernah menyerah sahabatku.
Hidup ini sungguh sangat indah. Hidup ini bukanlah suatu tujuan tetapi perjalanan yang akan mengantar kita ke JannahNya maka nikmatilah hidup ini dengan hati yang ikhlas.
Hidup ini adalah tantangan, maka hadapilah.
Hidup ini adalah sebuah anugerah, maka terimalah.
Hidup ini suatu pertandingan, maka menangkanlah.
Hidup ini adalah sebuat tugas, maka selesaikanlah.
Hidup ini adalah sebuha misteri, maka persiapkalah.
Hidup ini adalah lagu, maka nyanyikanlah.
Hidup ini janji, maka tepatilah.
Hidup ini penuh dengan keindahan, maka bersyukurlah.
Hidup ini diibaratkan seperti teka-teki, maka pecahkanlah.
Ingatlah sobat,
Satu hal yang membuat kita semangat dan bahagia menjalani aktifitas adalah karena cinta.
Satu hal yang membuat kita makin dewasa karena ada masalah.
Satu hal yang membuat kita bergerak maju karena usaha dan ikhtiar yang kita lakukan.
Dan satu hal yang buat diri ini kuat dan bertahan, itu disebabkan karena Doa yang kita panjatkan kepada Allah subhanahu wa’atala.
Rasa Malu


Imam An-Nawawi (semoga Allah merahmatinya) pernah perkata bahwa para ulama mendefenisikan malu yaitu akhlak yang mengantar seseorang untuk meningglakan kejelekan dan menghalanginya mengurangi hak-hak orang lian. Hal senada juga pernah dikatakan oleh Al-Qasim Al-Junaidi berkata, “Malu itu adalah menggap dirinya merasa kurang terhadap nikmat yang diberikan Allah subhanahu wa’atala dan juga kurangnya mensyukuri terhadap segala yang Allah berikan kepadaNya. Dan juga Al-Imam Al-Fudhail berkata, “Lima tanda celakanya seseorang yaitu kerasnya hati (ditandai dengan enggannya beribadah kepada Allah subhanahu wa’atala), mata yang tidak bisa menangis terhadap dosa dan maksiat yang dilakukan, sedikitnya rasa malu, cinta dunia dan panjangnya angan-angan.
10 Permata Yang Menyinari Hidup

pixabay.com
Permata Pertama : Ingatlah sobat, bahwa Rabbmu senantiasa mengampuni siapa saja yang meminta dan bermunajat kepadaNya. Allah ‘Azza wajalla menerima  taubat bagia siapa saja yang bertaubat dan Allah subhanahu wa’atala menerima siapa saja yang berserah diri kepadanya. Meskipun doa yang dipanjatkan tidak bisa dengan kata-kata selain tetesan air mata.
Permata kedua : wahai saudaraku, sayangilah para dhu’afa (orang-orang lemah) niscaya engkau akan bahagia. Berilakanlah sebagian harta kepada orang-orang yang membutuhkan niscya rezekimu akan bertambah dan janganlah engkau membenci seseorang karena dengan begitu engkau akan mudah dimaafkan orang.
Permata ketiga : percayadirilah karena sesungguhnya Allah bersama dengan kita, begitu juga malaikat akan meminta ampun kepada Rabb untuk kita. Dan surga Allah ‘Azza wajalla menanti kehadiran kita.
Permata keempat : Usapkanlah air matamu dengan prasangka yang baik (berhusnudzan) kepada Sang Pencipta. Dan buang jauh-jauh gunda gulana dan kegalauan yang menerpa hatimu dengan berdzikir (mengingat) betapa besar nikmat Allah subhanahu wa’atala yang diberiakn kepadamu.
Permata kelima: Janganlah kamu mengira bahwa dunia yang engkau tempati ini adalah hanya untuk seorang manusia saja. Dan tidaklah ada di muka Bumi ini seorangpun yang mendapatkan semuanya yang diinginkan dan tak ada juga seorang manusia yang hidup di muka Bumi selamat dari setiap kesusahan dan kelelahan.
Permata keenam : Coba kamu renungkan dan lihat pohon kurma yang tinggi dan kuat akarnya apakah bebas dari terpaan angin? Begitu juga dengan pohon kurma yang apabila engkau melemparinya dengan batu maka jatuhlah kurmanya? Kita sadar bahwa manusia tidak bebas dari ujian. Dan manusia juga penuh dengan keberkahan.
Permata ketujuh : Pernahkah engkau mendengar bahwa kesedihan itu ialah apa-apa yang sudah terlewat? Dan nikmatnya mendapatkan kesusahan ialah dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan? Lantas kenapa engkau harus bersedih dan tidak berkaca diri?
Permata kedelapan : Janganlah engkau menunggu hingga datangnya ujian, cobaan dan hidayah islam agar menghampirimu. Tetapi tunggulah keamanan, keselamatan dan kesehatan dan jemputlah hidayah agar hidupmu tak terombang-ambing.
Permata kesembilan : padamkan api dendam yang membekas dalam dadamu sebagaimana air dapat memadamkan api. Maka maafkanlah setiap orang yang pernah berbuat buruk kepadamu. Agar Allah subhanahu wa’atala juga akan menggugurkan dosa-dosamu.
Permata kesepuluh : mandi, wudhu, memakai wewangian dan senantiasa disiplin dalam situasi apapun adalah jalan menuju keberhasilan. Dan merendahlah dihadapan Allah ‘Azza wajalla agar seluruh aktifitasmu diberikan kemudahan.
Sumber: http://berkahkhair.com/motivasi-hidup-dalam-islam/

Minggu, 10 April 2016

Ketahuilah Lima Tujuan Menikah dalam Islam

Pernikahan menjadi suatu prosesi yang sakral bagi semua orang. Setiap orang yang saling mencintai  berharap hubungan mereka dipersatukan ke jenjang pernikahan. Ada banyak alasan pasangan untuk menikah salah satunya adalah untuk melaksanakan sunnah Nabi.

Namun, tidak semua orang melakukan pernikahan karena alasan tersebut. Ada di antara mereka yang menikah dengan tujuan untuk mendapatkan harta atau kenikmatan dari pasangannya saja. Bahkan di antara mereka ada yang meninggalkan pasangannya setelah mendapatkan apa yang diinginkan.

Padahal sebenarnya di dalam agama Islam, pernikahan bukan hanya dijadikan ajang pemersatu dua hati yang saling mencintai saja. Namun lebih dari pada itu, ada beberapa tujuan dari melakukan pernikahan di dalam Islam. Apa sajakah itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Menjaga Diri Dari Perbuatan Maksiat

Tujuan pertama dari pernikahan menurut Islam adalah untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat. Seperti yang diketahui, pada saat ini banyak anak muda yang menjalin hubungan yang tidak diperbolehkan di dalam Islam yakni dengan berpacaran. Hubungan yang demikian ini menjadi ladang dosa bagi mereka yang menjalaninya karena dapat menimbulkan nafsu antara satu dengan lainnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda, barang siapa dari kamu telah mampu memikul tanggul jawab keluarga, hendaknya segera menikah, karena dengan pernikahan engkau lebih mampu untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluanmu. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengendalikan dorongan seksualnya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Nafsu syahwat merupakan fitrah yang ada dalam diri manusia. Untuk menjaga diri dari perbuatan maksiat, maka mereka yang telah mampu dianjurkan untuk menikah. Namun jika belum mampu, maka hendaknya berpuasa untuk mengendalikan diri.

2. Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pernikahan itu merupakan sunnah Nabi, jadi mengamalkan ajaran Rasulullah SAW menjadi salah satu tujuan dari pernikahan di dalam Islam. Sebagai umat Muslim, Rasulullah SAW dijadikan sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Dengan mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW berarti kita sudah menjalankan sunnah-ya. Salah satu sunnah Rasul  itu adalah menikah.

3. Memperbanyak Jumlah Umat Islam
Tujuan selanjutnya dari pernikahan adalah untuk menambah jumlah umat Islam. Maksudnya di sini adalah buah dari pernikahan tersebut akan melahirkan anak-anak kaum muslim ke dunia dan mendidiknya menjadi umat yang berguna bagi agama dan masyarakat. Rasulullah SAW bersabda:

“Nikahilah wanita-wanita yang bersifat penyayang dan subur (banyak anak), karena aku akan berbangga-bangga dengan (jumlah) kalian dihadapan umat-umat lainnya kelak pada hari qiyamat.” (Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, At Thabrany dan dishahihkan oleh Al Albany)

4. Mendapat Kenyamanan
Tidak hanya faktor kepentingan agama saja, ternyata menikah juga bertujuan untuk diri kita sendiri. Tujuan tersebut untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian dalam kehidupan di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

5. Membina Rumah Tangga Yang Islami & Menerapkan Syari’at
tujuan terakhir pernikahan dalam agama Islam adalah untuk membia rumah tangga yang islami dan menerapkan syari’at. Memang segala sesuatunya dimulai dari hal-hal yang kecil terlebih dahulu. Maka masyarakat yang damai dan menjalankan ajaran Allah juga berasal dari tiap-tiap keluarga yang damai dan menjalankan perintah Allah. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakaranya adalah manusia dan batu; penjaganya mailakt-malaikat yang kasar yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim 6)

Demikianlah ulasan mengenai lima tujuan menikah dalam agama Islam. Sebagai kaum muslim, kita selayaknya mengetahui apa tujuan dari sebuah perintah atau anjuran Allah dan Rasulnya. Setelah mengetahuinya, ada baiknya untuk menjalankan amalan tersebut agar mendapatkan keridhaan Allah SWT. 
 
sumber.http://www.infoyunik.com/

Monumen Pesawat Avro Anson RI-003

Lokasi : Kecamatan Tilatang Kamang

Monumen yang terletak di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang berjarak 5 km dari kota Bukittinggi ini, merupakan bukti dari sejarah panjang perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda.
Avro Anson RI 003 adalah pesawat ke tiga yang dimiliki Pemerintah Republik Indonesia yang diperloeh dari sumbangan masyarakat Minang terutama amai-amai (baca: ibu-ibu) yang dengan sukarela menghibahkan perhiasan emas dan peraknya untuk memperjuangkan kedaulatan Indonesia.

Sejarah ini bermula pada tanggal 27 September 1947 di “Kota Jam Gadang”, Bukittinggi, alm. Dr. Mohammad Hatta membentuk “Panitia Pusat Pengumpul Emas” untuk mengumpulkan sumbangan dari rakyat yang nantinya berfungi untuk membeli sebuah pesawat terbang untuk diterjunkan dalam misi-misi khusus guna menyelamatkan Republik Indonesia dari serangan Belanda yang terkenal sebagai Agresi Militer.

Selang beberapa hari setelah pembantukan panitia tersebut, Dr. Mohammad Hatta mengadakan sebuah apel besar di Lapangan Kantin (lapangan depan Makodim 0304/Agam, sekarang). Selaku Wakil Presiden Republik Indonesia beliau menyampaikan kepada masyarakat Minang akan situasi negara saat itu sekaligus menghimbau rakyat untuk mengulurkan tangan membantu perjuangan.

Tanpa pikir panjang, spontan orang – orang di sana terutama amai-amai mendaftarkan diri untuk menyumbangkan semua perhiasan emas dan peraknya, berupa liontin, anting, kalung, gelang, bahkan cincin kawin mereka sumbangkan. Selain itu di tempat – tempat lain, seperti Padang Panjang dan di pinggiran kota Bukittinggi juga diadakan pengumpulan sumbangan. Dari hasil sumbangan itu, datanglah sebuah pesawat terbang buatan Inggris tipe Dakota dengan call sign RI – 003 dari Lanud Maguwo Yogyakarta menuju Lanud Gadut – Agam. Melihat proses landing tersebut makin menggeloralah semangat perjuangan masyarakat Minangkabau.

Pada awal Desember 1947, Halim  Perdanakusuma dan Iswahyudi mendapat tugas untuk membeli dan mendapatkan senjata (yang dibeli dengan perantara candu atau narkotika) ke Siam (Muangthai) dengan menggunakan RI – 003.

Tetapi malang, sebelum mencapai tujuannya, pesawat itu mengalami kerusakan mesin sehingga jatuh ke laut dekat Tanjung Hantu, perairan selat Malaka. Pesawat itu hilang bersama pilotnya. Halim Perdanakusuma dan Iswahyudi gugur sebagai bunga bangsa, dan namanya diabadikan sebagai nama dua bandara di Nusantara, yaitu Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta dan Lanud Iswahyudi di Madiun.

Misi belum selesai, beberapa hari setelah hilangnya RI – 003, mendarat sebuah pesawat dengan jenis yang sama dengan call sign RI – 004, berpilot Wade Palmer, seorang penerbang Royal Air Force (RAF) berkebangsaan Skotlandia.

Beberapa orang dari Central Trading Company (CTC) yaitu Haji Tahir, Baharudin Dt. Bagindo, Mas Said, Tahi Siregar, Ali Alkadri, dan Letnan Udara Jacoeb berangkat dengan pesawat ini ke Siam untuk menukarkan emas dengan candu, lalu ke China untuk menukarkan candu dengan persenjataan. Misi yang diemban sukses, tetapi dengan pengorbanan yang tidak sedikit, jalan yang tidak mulus, dan perjuangan yang penuh resiko.
sumber. http://agamkab.go.id

Disqus Shortname

Comments system